News
29 Juli 2026
Saat kamu berencana membeli rumah, ada satu komponen biaya yang sering bikin bingung, yaitu biaya notaris jual beli rumah. Banyak orang hanya fokus pada harga properti, padahal biaya ini juga wajib kamu siapkan agar proses transaksi berjalan sah dan aman secara hukum.
Memahami besaran biaya notaris sejak awal akan membantu kamu mengatur budget dengan lebih matang. Tanpa perhitungan yang tepat, kamu bisa kaget karena total biaya ternyata lebih besar dari yang diperkirakan. Dengan mengetahui rincian biaya sejak awal, kamu juga bisa menghindari kesalahpahaman saat proses transaksi berlangsung dan mempersiapkan dana secara lebih realistis. Berikut pembahasan detail mengenai biaya notaris jual beli rumah beserta cara menghitungnya.
Secara umum, biaya notaris jual beli rumah berkisar antara 0,5%–1% dari harga transaksi rumah. Besaran ini tidak bersifat tetap karena tergantung beberapa faktor, seperti nilai properti, lokasi rumah, kompleksitas dokumen, hingga kebijakan masing-masing notaris.
Semakin tinggi nilai transaksi rumah, nominal biaya yang harus disiapkan juga akan semakin besar. Selain itu, transaksi rumah bekas, rumah warisan, atau properti dengan kondisi dokumen yang memerlukan pengecekan tambahan juga bisa memengaruhi total biaya yang dikenakan.
Contoh sederhana:
Angka ini biasanya sudah mencakup beberapa layanan utama, tetapi tidak selalu all-in. Karena itu, kamu perlu memahami rincian biaya yang termasuk di dalamnya agar tidak terjadi salah persepsi ketika menerima rincian pembayaran dari notaris.
Biaya notaris sebenarnya terdiri dari beberapa komponen. Berikut penjelasannya.
AJB adalah dokumen resmi yang menandakan perpindahan hak kepemilikan rumah. Notaris atau PPAT akan membuat akta ini sebagai dasar hukum transaksi. Biaya AJB biasanya menjadi bagian terbesar dari total biaya notaris.
Dokumen ini menjadi bukti bahwa proses jual beli telah dilakukan secara sah sesuai ketentuan yang berlaku. Tanpa AJB, proses balik nama sertifikat tidak dapat dilanjutkan sehingga keberadaannya sangat penting dalam transaksi properti.
Baca juga: Apa Itu Akta Jual Beli Rumah? Ini Fungsi dan Syarat Dokumennya
Setelah transaksi selesai, sertifikat rumah harus dibalik nama menjadi atas namamu. Biaya ini umumnya masih dalam kisaran ±0,5%–1% dari harga rumah, meski dalam beberapa kasus biaya ini sudah digabung dalam paket notaris.
Proses balik nama memastikan bahwa kepemilikan rumah telah berpindah secara resmi di data pertanahan. Jika belum dilakukan, kepemilikan secara administratif masih tercatat atas nama pemilik sebelumnya sehingga berpotensi menimbulkan kendala di kemudian hari.
Notaris akan melakukan pengecekan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memastikan keabsahan dokumen. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 128 Tahun 2015, biaya pengecekan sertifikat ini ditetapkan flat sebesar Rp50.000. Meski kecil, proses ini sangat penting untuk menghindari masalah hukum, seperti sertifikat ganda atau sedang dalam sengketa.
Pengecekan ini juga membantu memastikan bahwa sertifikat tidak sedang dijaminkan, diblokir, atau memiliki catatan hukum tertentu yang dapat menghambat proses transaksi.
Jika transaksi melibatkan dokumen seperti PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) atau surat kuasa, maka kamu perlu menyiapkan biaya tambahan, tergantung kebutuhan dan kompleksitasnya.
Semakin banyak dokumen yang harus dibuat atau diperiksa, biasanya semakin besar pula biaya jasa yang dikenakan. Oleh karena itu, pastikan kamu mengetahui seluruh dokumen yang dibutuhkan sebelum proses transaksi dimulai.
Baca juga: Surat Perjanjian Jual Beli Rumah: Klausul Wajib dan Strukturnya
Ini adalah biaya jasa untuk notaris yang menangani seluruh proses transaksi. Besarnya mengikuti standar tertentu, tetapi bisa berbeda antar notaris.
Honorarium tersebut mencakup proses pemeriksaan dokumen, penyusunan akta, koordinasi dengan pihak terkait, hingga memastikan seluruh tahapan transaksi berjalan sesuai ketentuan hukum.
Selain mengetahui kisaran biaya, kamu juga perlu memahami cara menghitung biaya notaris jual beli rumah agar bisa membuat estimasi yang lebih akurat sebelum melakukan transaksi.
Langkah sederhana:
Contoh simulasi untuk harga rumah Rp800 juta:
Total estimasi: sekitar Rp9.050.000.
Perlu diingat bahwa simulasi ini hanya bersifat perkiraan. Besaran biaya akhir tetap mengikuti rincian yang diberikan oleh notaris atau PPAT yang menangani transaksi.
Dalam praktiknya, pembagian biaya biasanya seperti ini:
Namun, pembagian ini bisa dinegosiasikan tergantung kesepakatan antara kedua pihak. Dalam beberapa transaksi, penjual dan pembeli bahkan sepakat membagi sebagian biaya agar proses jual beli berjalan lebih fleksibel.
Karena itu, penting untuk mendiskusikan pembagian biaya sejak awal agar tidak terjadi perbedaan pemahaman menjelang proses penandatanganan dokumen.
Selain biaya notaris, kamu juga perlu memperhitungkan biaya tambahan lain, seperti BPHTB sekitar 5% dari nilai transaksi setelah dikurangi NPOPTKP, biaya administrasi bank jika menggunakan KPR, serta biaya provisi dan asuransi untuk KPR.
Jika pembelian dilakukan melalui fasilitas KPR, biasanya masih ada biaya appraisal, biaya administrasi kredit, hingga biaya pengikatan hak tanggungan yang perlu diperhitungkan. Mengetahui seluruh komponen biaya sejak awal akan membantu kamu menghitung total dana yang benar-benar harus disiapkan.
Baca juga: Pajak Pembeli Rumah Berapa Persen? Rincian dan Insentif Terbaru 2026
Selain memahami rincian di atas, ada beberapa kesalahan umum yang sering membuat biaya notaris jadi lebih besar dari perkiraan awal.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, kamu bisa lebih mudah mengontrol pengeluaran sekaligus memastikan proses transaksi berjalan lebih lancar.
Baca juga: Cara Balik Nama Sertifikat Rumah, Siapkan Dokumen Ini
Agar kamu tidak mengeluarkan biaya berlebih, lakukan beberapa hal berikut: tanyakan rincian biaya sejak awal, pastikan apakah biaya sudah all-in atau belum, gunakan notaris yang terpercaya, dan siapkan dana cadangan minimal 10–15%.
Selain itu, mintalah estimasi biaya secara tertulis agar seluruh komponen biaya lebih transparan. Cara ini juga memudahkan kamu membandingkan penawaran dari beberapa notaris apabila diperlukan.

Sekarang kamu sudah memahami dengan jelas biaya notaris jual beli rumah, rincian komponennya, hingga cara menghitungnya. Pengetahuan ini sangat penting agar kamu bisa mempersiapkan dana dengan tepat dan menjalani proses pembelian tanpa hambatan.
Selain mempertimbangkan harga rumah, jangan lupa menghitung seluruh biaya pendukung sejak awal agar proses transaksi berjalan lebih lancar. Dengan perencanaan anggaran yang baik, kamu dapat membeli rumah dengan lebih tenang tanpa khawatir ada biaya yang terlewat.
Jika kamu sedang mencari hunian strategis di Jakarta Timur dengan proses pembelian yang jelas dan transparan, Citra Homes Halim bisa menjadi pilihan yang tepat. Dikembangkan oleh Ciputra Group, kawasan ini menawarkan rumah modern dengan akses lengkap serta dukungan tim profesional yang siap membantu proses transaksi, termasuk pengurusan legalitas dan simulasi biaya notaris sesuai unit yang kamu incar. Kamu bisa mengunjungi marketing gallery atau menghubungi tim resmi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Bagikan