News
22 September 2026
Memahami tahapan membeli rumah baru penting dilakukan sejak sebelum memilih unit. Membeli rumah bukan hanya soal menyiapkan DP dan menemukan desain yang sesuai, tetapi juga mencakup pengecekan kondisi keuangan, lokasi, developer, legalitas, perjanjian, hingga proses serah terima dan balik nama.
Nah, dengan persiapan yang matang, kamu bisa mengurangi risiko biaya tak terduga maupun masalah administrasi di kemudian hari. Simak pembahasan lengkapnya disini, ya!

Langkah pertama adalah memastikan kemampuan finansialmu sesuai dengan harga rumah yang dituju. Jangan hanya menghitung DP, tetapi siapkan pula dana untuk biaya transaksi, KPR, legalitas, dan kebutuhan setelah rumah ditempati.
Jika menggunakan KPR, hitung cicilan berdasarkan pendapatan bersih dan pengeluaran rutin. Angka 30% dari pendapatan dapat digunakan sebagai patokan perencanaan, tetapi bukan aturan universal. Setiap orang memiliki kondisi finansial berbeda, sementara bank memiliki penilaian risiko dan kebijakan kredit masing-masing.
Selain DP, siapkan dana untuk biaya pra-akad dan tetap pertahankan dana darurat agar pembelian rumah tidak membuat kondisi keuangan terlalu ketat.
Sebelum mengajukan KPR, kamu dapat mengecek informasi debitur melalui SLIK OJK. Layanan ini dapat diakses secara online melalui iDebKu. SLIK bukan blacklist dan keputusan kredit tetap menjadi kewenangan masing-masing lembaga keuangan berdasarkan penilaian risikonya.
Setelah mengetahui kemampuan finansial, cari rumah berdasarkan kebutuhan jangka panjang. Jangan hanya melihat harga dan desain bangunan.
Datang langsung ke lokasi untuk mengecek akses jalan, transportasi, fasilitas umum, kondisi lingkungan, drainase, kualitas air, dan jaringan listrik. Jika memungkinkan, kunjungi kawasan pada pagi, sore, dan malam hari agar mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.
Cari informasi mengenai developer dan proyek yang ditawarkan. Kamu juga perlu menanyakan status sertifikat tanah, perizinan bangunan, serta dokumen proyek.
Untuk rumah baru, pastikan informasi legalitas dapat dijelaskan secara terbuka sebelum kamu membayar dalam jumlah besar. Jangan ragu meminta salinan atau penjelasan dokumen yang relevan untuk diperiksa lebih lanjut.

Jika sudah menemukan unit yang sesuai, tahap berikutnya biasanya adalah pemesanan dan pembayaran booking fee.
Booking fee umumnya digunakan untuk menunjukkan keseriusan pembeli dan mengamankan unit tertentu. Pastikan kamu menerima kuitansi atau bukti pembayaran resmi yang mencantumkan identitas perusahaan, unit, nominal, dan ketentuan yang berlaku.
Jangan menganggap booking fee pasti dapat dikembalikan. Baca formulir pemesanan rumah secara detail, termasuk ketentuan jika KPR ditolak. Jika ada kesepakatan mengenai pengembalian dana dalam kondisi tertentu, pastikan ketentuan tersebut tertulis jelas.
BACA JUGA: 5 Tips Memilih Rumah KPR Jakarta Timur, Pertimbangkan Lokasinya
Setelah unit dipesan, tentukan cara pembayarannya. Beberapa pilihan yang umum adalah pembayaran tunai, cash bertahap kepada developer, atau KPR melalui bank.
Cash keras membutuhkan dana besar dalam waktu relatif singkat. Cash bertahap memungkinkan pembayaran sesuai jadwal yang disepakati dengan developer. Sementara itu, KPR melibatkan proses analisis dan persetujuan dari bank.
PPJB merupakan perjanjian penting sebelum transaksi jual beli diselesaikan melalui AJB. PP 12/2021 mendefinisikan PPJB sebagai kesepakatan antara pelaku pembangunan dan pembeli untuk melakukan jual beli rumah atau satuan rumah susun, yang dibuat di hadapan notaris.
Periksa harga, spesifikasi bangunan, jadwal pembayaran, jadwal serah terima, ketentuan pembatalan, serta hak dan kewajiban masing-masing pihak sebelum menandatanganinya.

Saat rumah sudah selesai dibangun, jangan langsung mengambil kunci tanpa melakukan pemeriksaan.
Periksa dinding, lantai, plafon, pintu, jendela, atap, sanitasi, aliran air, dan instalasi listrik. Perhatikan pula retak, kebocoran, atau bagian bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang disepakati.
Jika ditemukan kekurangan, dokumentasikan dengan foto dan masukkan ke dalam catatan serah terima. Tanyakan juga ketentuan pemeliharaan atau garansi bangunan yang diberikan developer karena masa dan cakupannya dapat berbeda.
Setelah kewajiban transaksi terpenuhi dan dokumen siap, proses berikutnya adalah peralihan hak.
Untuk rumah dalam proyek perumahan, tanyakan status pemecahan sertifikat dari sertifikat induk menjadi sertifikat per unit. Pastikan pula dokumen yang diperlukan untuk proses jual beli telah tersedia.
AJB dilakukan di hadapan PPAT sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah transaksi jual beli selesai, proses administrasi dilanjutkan dengan pendaftaran peralihan hak sehingga kepemilikan tercatat atas nama pembeli.

Harga rumah bukan satu-satunya biaya yang perlu disiapkan. Ada pajak, biaya PPAT atau notaris, biaya KPR, asuransi, dan kebutuhan utilitas yang dapat muncul sesuai transaksi.
Untuk PPN, ketentuannya dapat berubah berdasarkan kebijakan pemerintah. Pada 2026, misalnya, terdapat skema PPN Ditanggung Pemerintah untuk rumah tapak dan satuan rumah susun baru yang memenuhi persyaratan tertentu. Insentif tersebut diberikan sebesar 100% atas PPN dari bagian harga jual sampai Rp2 miliar untuk rumah dengan harga jual paling tinggi Rp5 miliar, dengan periode pemanfaatan Januari hingga Desember 2026.
Karena itu, selalu cek ketentuan pajak dan biaya yang berlaku ketika transaksi dilakukan.
Beberapa kesalahan bisa dihindari sejak awal. Jangan hanya tergiur promo DP rendah tanpa menghitung total kewajiban sampai akad. Jangan melewatkan pengecekan developer dan legalitas, serta jangan menandatangani perjanjian sebelum memahami isinya.
Selain itu, lakukan pembayaran melalui rekening resmi perusahaan sesuai dokumen atau instruksi pembayaran. Hindari pembayaran ke rekening pribadi tanpa dasar administrasi yang jelas.
Membeli rumah membutuhkan lebih dari sekadar menentukan unit dan membayar DP. Dengan memahami tahapan membeli rumah baru, kamu bisa mempersiapkan keuangan, mengecek developer dan legalitas, memahami perjanjian, memeriksa kondisi bangunan, hingga memastikan proses AJB dan balik nama berjalan dengan baik.
Jika kamu sedang mencari rumah baru di Jakarta Timur, Citra Homes Halim dapat menjadi salah satu pilihan yang kamu pertimbangkan. Cek detail unit, harga, legalitas, serta pilihan pembiayaan yang tersedia agar kamu bisa menentukan hunian sesuai kebutuhan dan kondisi finansialmu.
BACA JUGA: Berapa Persen Komisi Jual Beli Rumah? Ini Cara Menghitungnya!
Bagikan